Artikel

6/recent/ticker-posts

Model-Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar yang Bisa Diterapkan

Saat menerapkan model pembelajaran matematika untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) menjadi sangat penting dalam penyampaian agar anak tidak mudah bosan. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah bisa melakukan pembelajaran secara mandiri, anak SD membutuhkan bimbingan dari guru dan orang tua.

Di sekolah anak-anak kamu akan mendapatkan pembelajaran matematika yang cukup kreatif dari guru. Sehingga ini menjadi salah satu penentu kemajuan perkembangan ilmu matematika dasar untuk anak-anak.

Pembelajaran yang beragam akan membuat interaksi antara guru dan murid lebih mudah didapatkan. Adapun pembelajaran matematika sangat membantu anak-anak lebih mudah mencerna pelajaran dibandingkan model yang monoton atau itu-itu saja.

Jenis Model Pembelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar

Secara umum sebenarnya model pembelajaran matematika di bangku sekolah dasar cukup banyak. Namun, guru yang akan menentukan kesesuaian pembelajaran untuk kelasnya, seperti beberapa contoh di bawah ini.

1.      Model Pembelajaran Secara Langsung

Saat ini, kegiatan pembelajaran biasanya tidak hanya terfokus pada guru namun dibutuhkan keterlibatan murid agar semakin aktif di kelas. Model pembelajaran langsung mungkin sudah banyak diterapkan, akan tetapi belum semua menggunakan secara tepat.

Lingkungan belajar bisa kamu persiapkan sebagai guru untuk melibatkan murid berorientasi pada tugas-tugas ringan dan dasar.

2.      Model Pembelajaran Mencari Pasangan

Model pembelajaran matematika secara langsung sudah banyak digunakan, kemudian anak-anak tampak mulai bosan. Nah, kamu bisa gunakan model pembelajaran make a match alias mencari pasangan.

Kamu perlu siapkan kartu-kartu untuk membuat anak-anak bisa mencari pasangan satu sama lain. Dengan menuliskan kartu pertanyaan untuk satu anak dan kartu jawaban di anak lainnya, mereka kemudian akan segera mencari jawaban dengan cepat.

3.      Model Pembelajaran Kelompok

Selain model pembelajaran langsung, membuat anak-anak dalam sebuah kelompok juga menjadi cara paling banyak digunakan. Ini dianggap lebih kondusif dibandingkan model pembelajaran yang sebelumnya, karena anak bisa saling diskusi menyelesaikan suatu kasus, masalah, atau pertanyaan.

Sebagai seorang guru sangat diharapkan untuk terus mengembangkan pembelajarannya agar anak-anak tidak mudah bosan dan tidak tertarik lagi pada matematika. Dimana kamu pasti tahu, bahwa pelajaran matematika dianggap paling sulit dan membosankan, sehingga harus menemukan model pembelajaran matematika yang paling tepat untuk anak SD.

Post a Comment

1 Comments