Artikel

6/recent/ticker-posts

Pengunaan Web dalam Pembelajaran

A.    Pengembangan Blended
Belajar dan Teknologi adalah salah satu objek yang semakin berkembang da perlu dikembangkan. Perkembangan perilaku belajar dan perkembangan teknologi merupakan alasan pengembangan media pembelajaran on-line. Perilaku belajar membutuhkan media yang sesuai. Perilaku belajar setiap individu memiliki sifat individual dan dan kolaboratif. Pebelajar memiliki perilaku belajar yang individual memiliki perilaku mencari sumber belajar secara mandiri untuk mengkonstruksi pengetahuannya sehingga memiliki penguatan atau perubahan pemahaman tentang objek belajar. Budaya global yang selalu dipengaruhi oleh budaya kuat dari negara-negara maju seperti negara di benua Amerika seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara di benua Eropa seperti Inggris dan Jerman, negara di benua Asia seperti Jepang dan China . Gesekan budaya tersebut dialami oleh seluruh masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa yang ditandai dengan penggunakan sumber belajar global. Sumber pustaka, dosen, akses url addresbroadcast, dan sumber belajar lainnya yang sebagian besar merupakan produk budaya global. Pada pengembangan perangkat lunak perlu adanya manajemen dan aturan standar penggunaan media pembelajaran berbasis web yang dihasilkan dari analisis hingga evaluasi implementasi perangkat lunak dalam perkuliahan berbasis web pada sistim on-line di lembaga. Pengembang sistim pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi pada ranah elektronik masih minim. Kebutuhan Brainware sebagai pengembang pembelajaran berbasis web juga mendapatkan prioritas di beberapa universitas yang ada di indonesia. Kebutuhan pengembang tersebut meliputi pengembangan konsep dan implementasi pembelajaran sistim on-line berbasis web. Pengembangan sumber belajar on- line berbasis web lebih didasarkan pada perkembangan keilmuan teknologi dunia informatika.

B.     Landasan Model Blended TEP UM
Konsep dalam pengembangan pembelajaran digunakan model blended. Model dianggap memberikan solusi dalam pengembangan model pembelajaran pada institusi yang masih menerapkan pembelajaran non on-line sebagai tolok ukur aktivitas. Secara konsep, pengembangan didasarkan pada model - model pembelajaran menurut  Srisakdi (2006), dalam buku Pedoman Pengembangan Bahan ajar Berbasis Web terbitan Departemen Pendidikan Nasional, membagi model pembelajaran secara umum menjadi 4 kelompok. Seperti yang terlihal pada Table model pembelajaran Srisakdi (2006)
Konsep pembagian pengembangan merupakan hitungan- hitungan matematis yang perlu dijabarkan dalam kerangka implementasi pembelajaran. Masing-masing model diungkapkan oleh Srisakdi dalam skala-skala matematis berupa prosentase. Lebih jauh skala tersebut belum menggambarkan implementasi aktivitas riil yang dijalankan. Konsep pembelajaran secara rinci dijabarkan mulai dari pembelajaran tradisional hingga on-line. Selain hitungan-hitungan matematis Srisakdi juga mendeskripsikan definisi-definisi. Pada setiap diskripsi yang dipaparkan memberikan konsep aktivitas sebagai patokan kegiatan pembelajaran.

Post a Comment

0 Comments