Artikel

6/recent/ticker-posts

Perkalian Sebagai Awal Pembahasan Pecahan

Pecahan campuran adalah suatu bentuk operasi bilangan. Pada karya ilmiyah ini, metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahn pecahan campuran adalah menghafal perkalian. Menghafal perkalian merupakan suatu pencarian yang menerapkan proses hafalan untuk menemukan solusi terbaik dari suatu masalah, dengan melibatkan bentuk-bentuk, juga konsep perkalian, metode dan cara cepat menghafal perkalian.
Terdapat beberapa bentuk perkalian, yaitu bentuk perkalian kurang dari 100, perkalian 2 digit bilangan, dan juga permainan-permainan perkalian yang dapat menunjang kemampuan menghafal anak. Kemampuan dari menghafal ini diuji dengan masalah uji yang umum dipakai untuk masalah pecahan campuran.
Hafalan perkalian, khususnya perkalian di bawah 100 adalah hal yang sangat penting bagi anak. Sejak anak duduk di bangku kelas 3 SD, harusnya sudah diperkenalkan dengan konsep perkalian, biasanya guru meminta anak untuk menghafal perkalian, hampir semua bilangan yang hasilnya di bawah 100, yaitu perkalian bilangan seperti 1×1, 1×2, …dan seterusnya sampai 10×10. Seorang anak yang tidak berhasil menghapal perkalian, bisa dipastikan akan terhambat untuk mengikuti pelajaran matematika di kelas-kelas berikutnya, terutama dalam memulai pembahasan tentang pecahan campuran. Mengapa ? Karena sebagian besar pelajaran matematika di tingkat Sekolah Dasar dan juga tingkat-tingkat selanjutnya hampir selalu menggunakan hafalan perkalian. Mengutip pendapat Jerry Taylor, bahwa cinta matematika harus ditanamkan sejak kecil dan dimulai dari rumah maka orang yang sebaiknya membantu anak menghafal perkalian atau belajar matematika pada umumnya adalah ibunya atau siapa saja yang banyak bergaul dengan anak itu. Jadi setiap kesempatan yang ada di rumah ketika berinteraksi dengan anak hendaklah dimanfaatkan orang tua untuk tujuan ini.
Di Kelas IV dan V SD, anak-anak telah mempelajari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada pecahan. Mari kita perdalam kemampuan anak dalam melakukan operasi hitung campuran pada bilangan pecahan (pecahan biasa, pecahan campuran, maupun pecahan desimal) dengan terlebih dahulu kita mengajari anak untuk menghapal perkalian.
Matematika selalu berhubungan dengan kecepatan menghitung. Memang, berhitung adalah bagian tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, anak akan mampu melakukan analisis (penalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian menyelesaikan soal-sol yang berhubungan dengan pecahan campuran, barulah kemampuan menghitung diperlukan. Itu pun bukan sebagai sesuatu yang mutlak, sebab pada saat ini telah banyak beredar alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer.
Untuk itu menghapal sangat di perlukan dalam menunjang kemampuan seseorangdalam berbagai hal. Bukan hanya berguna dalam matematika, tapi juga berguna dalam hal lain. Berikut beberapa manfaat dalam menghapal:
1.      Mengasah Daya Ingat
Otak anak terbiasa dilatih untuk menyimpan banyak informasi penting dan bermanfaat, seperti menghafalkan lagu, mengingat cerita, dan lain-lain. Semakin banyak latihan diberikan, otak semakin menyediakan ruang untuk menyimpan informasi. Suatu saat anak bisa memanggil semua arsip yang tersimpan dalam otaknya. Anak pun jadi terbiasa saat harus menghafal sesuatu. Ini jelas sangat bermanfaat saat anak beranjak dewasa. Bukankah beberapa profesi menuntut daya ingat yang tinggi? Pakar hukum, dokter, bintang film menuntut mereka bisa menghafal dengan cepat.
2.      Melatih Konsentrasi
Agar bisa menghafal dengan baik dibutuhkan konsentrasi tinggi. Anak harus bisa memusatkan perhatian pada objek hafalannya. Secara tak langsung menghafal mengajari anak agar dia berkonsentrasi dengan baik.
3.      Belajar Pemahaman
Agar objek hafalan bisa disimpan dalam waktu lama, anak harus bisa memahami setiap kata dalam hafalannya. Dengan kata lain, belajar menghafal melatih anak untuk memahami sesuatu. Jika dia mendapat informasi maka dia harus mencerna terlebih dahulu sebelum diterima.
4.      Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Pengucapan kembali sesuatu yang dihafalkan merupakan prestasi sendiri buat anak, sehingga menimbulkan kebanggaan buatnya. Bahkan, ia tak segan-segan menunjukkan kemampuan dan keterampilannya kepada orang lain. Semua itu bisa memupuk rasa percaya dirinya.
5.      Melatih Kemampuan Berbahasa
Anak bisa melatih kemampuan berbahasanya. Dia bisa mengenal ribuan kosakata baru. Dia juga mengerti bagaimana sebuah kalimat disusun, bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kelak, anak terampil menggunakan bahasa yang baik.

Post a Comment

0 Comments